Hiperpigmentasi Pascainflamasi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hiperpigmentasi Pascainflamasi adalah kondisi kulit yang terjadi setelah peradangan atau cedera pada kulit, yang disebabkan oleh kerusakan pada epidermis kulit akibat penumpukan melanin. Ini dapat muncul sebagai bercak gelap yang berwarna coklat tua, coklat muda, atau kehitaman yang dapat bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Gejala utama dari hiperpigmentasi pasca inflamasi adalah bercak gelap yang muncul setelah jerawat sembuh.

Gejala Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

– Bercak gelap yang berwarna coklat tua, coklat muda, atau kehitaman.
– Warna bercak dapat berubah menjadi lebih gelap saat terkena paparan sinar matahari atau radiasi UV.

Penyebab Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

– Peradangan atau cedera pada kulit, seperti jerawat atau luka.
– Kebiasaan memencet jerawat dapat menimbulkan inflamasi dan meninggalkan spot yang lebih gelap pada kulit.

Cara Mengatasinya

– Menggunakan tabir surya (sunscreen) dengan minimal SPF 30.
– Mengenakan pakaian tertutup dan topi ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
– Menghindari beraktivitas di bawah terik matahari terlalu lama.
– Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan yang dapat meningkatkan sensitivitas pada sinar seperti antibiotik dan antijamur.
– Menggunakan produk kulit yang tahan sinar matahari.

Diagnosis Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

Dokter spesialis kulit dapat mengidentifikasi jenis dan penyebab hiperpigmentasi. Tahapan proses pemeriksaannya yakni:

– Memeriksa kulit, menggunakan lampu khusus yang disebut lampu Wood.
– Bertanya tentang riwayat medis.
– Menanyakan tentang peristiwa atau kebiasaan gaya hidup lainnya, mengambil biopsi, atau sampel kecil kulit, untuk membantu menyingkirkan kanker kulit.

Tips Mencegah Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

– Menggunakan tabir surya (sunscreen) dengan minimal SPF 30.
– Mengenakan pakaian tertutup dan topi ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
– Menghindari beraktivitas di bawah terik matahari terlalu lama.
– Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan yang dapat meningkatkan sensitivitas pada sinar seperti antibiotik dan antijamur.
– Menggunakan produk kulit yang tahan sinar matahari.

Facebook
WhatsApp
LinkedIn

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *