
Bruntusan di wajah sering muncul tiba-tiba dan membuat kulit terasa kasar. Kenali penyebab bruntusan wajah serta cara mengatasi bruntusan dengan perawatan yang tepat.
Bruntusan di Wajah Bikin Resah? Kenali Penyebab dan Solusinya
Bruntusan di wajah sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri. Permukaan kulit terasa kasar, tampak tidak rata, dan terkadang disertai kemerahan, gatal, atau perih ringan. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, terutama setelah mengganti produk skincare, saat kulit sedang sensitif, atau ketika skin barrier terganggu. Untuk mengatasi bruntusan dengan tepat, penting memahami apa itu bruntusan, penyebabnya, serta solusi perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit.
Apa Itu Bruntusan?
Bruntusan adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil di permukaan kulit, biasanya tanpa peradangan yang jelas. Bruntusan sering terasa kasar saat disentuh dan paling umum muncul di area dahi, pipi, dan dagu, meskipun dapat juga terjadi di leher, punggung, atau dada.
Secara medis, bruntusan berkaitan dengan penyumbatan pori-pori, ketidakseimbangan mikrobioma kulit, atau gangguan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier). Pada beberapa orang, bruntusan juga dapat disertai rasa gatal, kering, atau sensasi tertarik pada kulit.
Penyebab Bruntusan di Wajah
Bruntusan tidak muncul tanpa sebab. Berikut beberapa penyebab bruntusan wajah yang paling sering terjadi:
1. Skincare Tidak Cocok
Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis atau kondisi kulit dapat memicu iritasi dan penyumbatan pori-pori. Kulit sensitif sangat rentan mengalami bruntusan akibat kandungan tertentu.
2. Kandungan Komedogenik
Beberapa bahan dalam skincare atau makeup bersifat komedogenik dan berpotensi menyumbat pori-pori, sehingga memicu bruntusan dan jerawat kecil.
3. Terlalu Sering Ganti Produk
Mengganti produk skincare terlalu cepat membuat kulit tidak memiliki waktu untuk beradaptasi. Hal ini dapat menyebabkan kulit mengalami stres dan bereaksi berupa bruntusan.
4. Skin Barrier Terganggu
Over-exfoliation, pembersihan berlebihan, atau penggunaan bahan aktif tanpa jeda dapat merusak skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami bruntusan.
5. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup
Polusi, keringat berlebih, cuaca lembap, stres, kurang tidur, serta kebiasaan menyentuh wajah dapat memperburuk kondisi kulit dan memicu bruntusan.
Bruntusan: Purging atau Breakout?
Bruntusan sering disalahartikan sebagai purging atau breakout, padahal keduanya berbeda. Purging adalah reaksi sementara akibat penggunaan bahan aktif seperti retinoid atau AHA/BHA yang mempercepat regenerasi sel kulit. Bruntusan purging muncul di area yang biasa bermasalah dan membaik dalam 2–6 minggu.
Sebaliknya, breakout terjadi akibat iritasi atau ketidakcocokan produk. Jerawat cenderung meradang, muncul di area baru, dan akan semakin memburuk jika produk tetap digunakan. Membedakan keduanya penting agar tidak salah langkah dalam perawatan.
Cara Mengatasi Bruntusan di Wajah
Cara mengatasi bruntusan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Menghentikan sementara produk yang dicurigai memicu iritasi
Kembali ke basic skincare seperti pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen
Menggunakan skincare untuk bruntusan yang membantu memperbaiki skin barrier
Menghindari memencet atau menyentuh bruntusan
Menjaga kebersihan wajah dan pola hidup sehat
Jika bruntusan tidak membaik, perawatan bruntusan di klinik kecantikan dapat menjadi solusi yang aman dan efektif.
Kesimpulan
Bruntusan di wajah memang membuat resah, namun bukan kondisi yang tidak bisa diatasi. Dengan memahami penyebab bruntusan wajah, membedakan reaksi kulit, serta menerapkan perawatan yang tepat, kondisi kulit dapat kembali halus dan sehat. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan jika bruntusan menetap atau semakin parah.
Sumber Jurnal Ilmiah
1. Elias, P. M. (2005). Stratum corneum defensive functions. Journal of Investigative Dermatology.
2. Proksch, E., Brandner, J. M., & Jensen, J. M. (2008). The skin: An indispensable barrier. Experimental Dermatology.
3. Draelos, Z. D. (2018). Cosmetic dermatology: Products and procedures. Wiley-Blackwell.
4. Zaenglein, A. L. et al. (2016). Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology.
Keyword: bruntusan di wajah, penyebab bruntusan wajah, cara mengatasi bruntusan, skincare untuk bruntusan, perawatan bruntusan di klinik kecantikan
